Kisah Iliad dalam Goresan Pena Alfred John Church; Sebuah Pengantar
SEJAK pertama kali digubah di masa Yunani Kuno, Iliad karya Homeros telah menjadi salah satu pilar sastra dunia. Bersama Odyssey, wiracarita ini membentuk fondasi bagi hampir seluruh sastra dan filsafat Barat. Kepopulerannya tidak pernah surut; ia dibaca, dipelajari, dan diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa selama lebih dari dua setengah milenium.
George Steiner pernah bertanya, “Mengapa ada begitu banyak versi Iliad dalam bahasa Inggris?” dan jawabannya mengarah pada penggambaran tentang kejantanan yang ideal dan abadi: di dalamnya terdapat visi maskulinitas yang sangat kuat, yang memikat bangsa-bangsa seperti Inggris dan Amerika Serikat yang mengagungkan kepahlawanan. Bahkan bagi para pekerja miskin di era Victoria, sebuah salinan Iliad berharga dua sen mampu membawa mereka “bertransmigrasi dari East End ke negeri dongeng”.
Popularitas Iliad tidak hanya karena ceritanya, tetapi juga karena eksplorasi mendalamnya terhadap kondisi manusia. Di dalamnya ada kemurkaan Akhilles yang menghancurkan, kelembutan Hektor sebagai seorang ayah dan suami, campur tangan para dewa yang penuh intrik, dan pertanyaan abadi tentang kehormatan, takdir, dan harga diri.
Sebagai sebuah karya yang idealized yet unflinching (diidealkan namun tidak kenal kompromi), Iliad menyajikan potret perang yang dahsyat dan sekaligus manusiawiβsebuah pertarungan yang tidak hanya terjadi di medan laga, tetapi juga di dalam jiwa para tokohnya. Inilah mengapa, meskipun sudah berusia ribuan tahun, karya ini tetap terasa segar dan relevan bagi setiap generasi.
Upaya menghadirkan Iliad kepada khalayak yang lebih luas telah berlangsung selama berabad-abad, terutama dalam bahasa Inggris. Sejak terjemahan besar pertama oleh Alexander Pope pada tahun 1715βsebuah edisi yang laris dan membuka akses sastra klasik bagi kaum awamβberbagai pendekatan terus dilakukan.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 0 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.