Bab VIII – Hektor dan Andromache
HEKTOR masuk ke kota melalui gerbang Skai, dan ketika ia berjalan, para istri dan ibu berkerumun di sekelilingnya, bertanya bagaimana nasib suami dan anak-anak mereka. Tetapi ia tidak berkata apa-apa, selain menyuruh mereka berdoa; dan sungguh ada kabar buruk bagi banyak orang, jika ia menceritakan apa yang diketahuinya.
Kemudian ia tiba di istana Raja Priam, dan di sana ia melihat Hekabe, ibunya, dan bersama dengannya Laodike, tercantik di antara putri-putrinya. Hekabe menangkap tangan putranya dan berkata:β
“Mengapa engkau meninggalkan medan pertempuran, anakku? Apakah orang-orang Yunani menekanmu dengan keras, dan apakah engkau berniat berdoa kepada Bapa Zeus dari benteng? Biarkan aku membawakanmu anggur yang manis seperti madu, agar engkau dapat mempersembahkannya di hadapan-Nya, dan juga agar engkau dapat minum sendiri, dan menggembirakan hatimu.”
Tetapi Hektor berkata: “Jangan berikan aku anggur, ibuku, jangan sampai kau melemahkan lututku dan membuatku melupakan keberanianku. Dan aku tidak boleh mempersembahkan persembahan kepada Zeus dengan tangan yang tidak dicuci. Tetapi kumpulkanlah para ibu Troya, dan pergilah ke kuil Athena dan ambillah sehelai jubah, yang paling berharga dan paling indah di gudangmu, dan letakkanlah di pangkuan dewi itu, dan berdoalah agar Dia menjauhkan Diomedes yang dahsyat ini dari tembok Troya; dan jangan lupa bernazar dengan itu dua belas ekor sapi betina sebagai kurban. Adapun aku, aku akan pergi mencari Paris, jika kebetulan dia mau pergi bersamaku berperang. Kiranya bumi terbuka dan menelannya, karena sungguh dia adalah kutukan bagi Raja Priamos dan bagi Troya.”
Maka Ratu Hekabe masuk ke rumahnya, dan memberi perintah kepada dayang-dayangnya agar mereka mengumpulkan para wanita tua di kota. Kemudian ia pergi ke kamar penyimpanannya, di mana terhampar jubah-jubah yang indah buatan wanita Sidon, yang dibawa sendiri oleh Paris dari Sidon, ketika ia berlayar di lautan luas membawa pulang Helena yang bangsawan. Jubah yang paling indah dari semuanya diambil oleh sang Ratu. Bercahaya bagaikan bintang, dan terletak paling bawah dari semuanya.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.