KATA PENGANTAR
EMPAT belas tahun yang lalu, ketika memperkenalkan buku saya yang berjudul Cerita-Cerita dari Homeros kepada khalayak, saya menyatakan harapan bahwa buku itu akan “menyajikan Homeros dengan tidak tidak setia kepada para pembaca, baik tua maupun muda, yang tidak mengenalnya dalam bahasa aslinya.”
Buku itu telah menemukan banyak pembaca seperti itu di kedua sisi samudra Atlantikโdan, saya bangga mengakui, tidak sedikit pula di antara mereka yang mengenal bahasa aslinya dan menilai bahwa adaptasi ini tidak sepenuhnya layak untuk diabaikan.
Seandainya saya dapat meramalkan sambutan yang begitu hangat bagi karya kecil saya iniโpenjualannya kini telah melampaui dua puluh ribu eksemplarโsaya tentu tidak akan berusaha memadatkan intisari dari kedua wiracarita itu ke dalam satu jilid saja.
Dua jilid yang kini saya terbitkan, dengan judul The Story of the Iliad dan The Story of the Odyssey, menyajikan sebuah penggambaran yang jauh lebih lengkap dan, saya percaya, lebih memadai.
Dalam jilid pertama ini, narasi telah dibuat berkesinambungan dan dilengkapi dengan sebuah awal dan akhirโkeduanya sangat singkatโyang boleh dikatakan tidak mengandung apa pun yang tidak sepenuhnya bersifat Homeros; dalam jilid kedua, tatanan asli Homeros telah dipulihkan, sehingga Odysseus kini menceritakan petualangannya dalam sudut pandang orang pertama.
A. C.
๐ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!





Silakan login untuk meninggalkan komentar.